Tantangan bisnis ecommerce dan solusinya

Tantangan bisnis ecommerce dan solusinya

Tantangan bisnis ecommerce dan solusinya

Tantangan bisnis ecommerce dan solusinya

Jika anda ingin punya bisnis yang adem-adem saja tanpa tantangan, jangan terjun ke dunia ecommerce

Karena saat kita memutuskan untuk terjun ke dunia ecommerce, banyak tantangan yang siap menguji mental dan kreativitas kita.

Dan tentu tidak semua orang dapat melewati tantangan ini.

Oke, mari kita langsung ke inti dari artikel ini. Jika anda ingin tahu apa tantangan bisnis ecommerce dan solusinya, berikut saya jabarkan satu persatu

1.Persaingan harga

Keterbukaan informasi tidak selalu memberikan kemudahan, bahkan kadang justru menimbulkan kesulitan atau tantangan baru.

Dan ini akan sangat dirasakan oleh pelaku bisnis ecommerce. Calon buyer yang mengetahui toko online kita, kemungkinan besar juga mengetahui toko online punya kompetitor kita.

Contoh sederhana, silahkan search di google tentang barang yang ingin anda beli sekarang. Katakanlah anda search “Jual obat pelangsing”, dan google akan menampilkan banyak hasil. Selanjutnya anda bisa leluasa membandingkan harga dari satu penjual dengan penjual yang lain.

Yaa.. Jika di kita di posisi pembeli, hal ini akan sangat menyenangkan. Tapi jika kita diposisi sebagai penjual, ini akan menjadi tantangan tentunya.

Lalu, bagaimana solusinya?

Coba anda lihat kembali kekuatan dan kelemahan dari bisnis anda, Apakah bisnis anda termasuk bisnis yang mampu untuk bersaing harga?

Jika anda produsen yang mampu mendapatkan raw material dan sumber daya dengan harga termurah, silahkan bersaing harga. Karena mungkin kekuatan anda di situ.

Namun bagaimana dengan yang tidak?

Ya tentu jangan bersaing harga, jika memang tidak mampu menyediakan harga termurah. Mungkin anda bisa melakukan hal yang sebaliknya.

Tidak semua orang tertarik dengan harga murah. Bahkan ada yang cenderung mencari harga yang lebih mahal.

Saya punya contoh sederhana,semisal ada yang menjual ayam goreng dengan harga hampir separuh dari kompetitornya. Apakah laris? Bisa ya bisa tidak.

Karena tidak semua tergiur dengan harga ayam goreng yang murah, bahkan mungkin ada yang curiga. “Apakah dagingnya halal ya kok bisa murah, jangan-jangan ayam tiren”.

Intinya kita bisa targetkan pasar yang memang mempunyai daya beli tinggi. Karena pada umumnya, mereka tidak menjadikan harga sebagai pertimbangan utama namun lebih ke kualitas.

Tentu konsekuensinya kita harus menjaga kualitas produk kita jauh lebih baik dari produk kompetitor yang harganya lebih murah.

2.Perilaku pengguna mobile device

Kebanyakan orang mengakses informasi dari smartphonenya, termasuk saat ingin membeli sesuatu. Dan sadar atau tidak, ini bisa menjadi tantangan sendiri bagi pelaku bisnis ecommerce.

Lalu, bagaimana perilaku pengguna mobile saat mengakses informasi di internet?

Tingkat fokus relatif rendah dibandingkan dengan saat menggunakan laptop,itulah yang sering terjadi saat menggunakan mobile device.

Jika saya memberikan ebook kepada anda, dan ebook tersebut berisi 200 halaman.Apakah anda akan membacanya secara fokus sampai selesai di smartphone anda. Saya rasa tidak.

Karena anda akan terganggu dengan WA teman anda, email yang masuk dan hasrat untuk cek IG atau facebook.

Artinya, kita dituntut untuk bisa menyampaikan pesan kita/promosi kita secara cepat dan langsung dapat dipahami.

Untuk melakukan hal itu kita harus,

  • Memastikan tampilan toko online kita mobile friendly
  • Memastikan loadingnya cepat

Tampilan saat diakses via desktop dan perangkat mobile seharusnya berbeda. Toko online kita seharusnya dapat menyesuaikan tampilannya saat di akses di perangkat mobile baik dari tata letak maupun ukuran font.

Pertanyaannya, Apakah toko online anda sudah mobile friendly? Jika belum silahkan hubungi web developer anda untuk memperbaikinya.

3.Perbedaan zona waktu

Kelebihan dari ecommerce dibandingkan toko fisik/offline adalah di jangkauannya. Di dunia online, kita bisa menjangkau seluruh target pasar kita di belahan dunia manapun asalkan ada koneksi internet.

Tentu ini angin segar bagi para pelaku bisnis ecommerce.

Tapi ini juga bisa menjadi tantangan bisnis ecommerce yang harus dihadapi. Karena bisa jadi kita berada di zona waktu yang berbeda dengan calon buyer kita.

Dan tentu kita tidak mau kehilangan potensi penjualan hanya gara-gara perbedaan zona waktu.

Jika memang itu yang terjadi, maka kita perlu merekrut customer service lebih dari satu. Sehingga kita bisa menggunakan sistem shift agar bisnis kita tetap siap siaga selama 24 jam.

4.Persaingan trafik

Yang kuatlah yang menang, begitu yang berlaku saat kita bicara trafik.

Yang paling kuat optimasi dan kontennyalah yang akan menang jika kita menggunakan SEO sebagai sumber trafik. Dan jika menggunakan trafik berbayar, yang punya dana promosi tertinggilah yang menang.

Sangat sengit kan persaingan dalam berburu trafik

Dan jika kita pendatang baru dengan budget promosi yang tidak terlalu besar, perjuangan mendapatkan trafik ini akan sangat terasa beratnya.

Kabar baiknya, jumlah trafik yang didatangkan bukan kunci utama untuk memenangkan persaingan. Namun lebih kepada apa yang terjadi setelah trafik itu datang.

Apa yang akan terjadi jika trafik yang datang tidak sebanding dengan penjualan yang terjadi? Rugi?Yaa..kemungkinan besar akan terjadi kerugian karena biaya iklan lebih besar dari total omzet yang ada.

Nah maka dari itu, agar kita bisa memenangkan persaingan dalam mendatangkan trafik sebaiknya fokus ke hal berikut.

Fokus ke kualitas bukan kuantitas

Trafik yang datang harus berkualitas, dalam artian harus tertaget. Dengan begitu maka kemungkinan terjadinya penjualan akan lebih tinggi dan budget iklan kita menjadi lebih efektif.

Lebih baik mana, 200 orang datang ke toko online kita setiap harinya namun hanya 1% yang membeli atau 50 orang perhari namun 50%nya membeli?

Tentu anda memilih yang kedua kan

Fokus ke email list

Mayoritas calon buyer tidak melakukan pembelian di pandangan pertama. Butuh beberapa kali melihat iklan sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli.

Permasalahannya, kita butuh biaya untuk mentarget ulang si calon buyer tersebut. Namun jika kita sudah membangun email list, kita bisa kirimkan penawaran kita kapanpun kita mau via email.

Jika anda masih belum familiar dengan email marketing silahkan baca panduan email marketing dari nol.

5.Kebijakan pihak ketiga

Sebagian besar trafik kita berasal dari platform yang bukan milik kita. Sehingga jika ada perubahan kebijakan oleh pemilik platform tersebut maka akan berimbas ke bisnis kita.

Contoh kita menggunakan Facebook ads, maka performa iklan kita akan dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh facebook. Atau kita fokus ke SEO, maka segala perubahan sistem ranking oleh Google akan mempengaruhi jumlah trafik yang kita dapat.

Tentu hal ini akan menjadi tantangan yang tidak ada habisnya.

Kecuali kita membangun channel pemasaran kita sendiri seperti email list. Karena dengan mempunyai email list kita bisa promosi kapan saja tanpa banyak pengaruh dari pihak lain.

Demikianlah 5 tantangan bisnis ecommerce dan solusinya.

Untuk saat ini, mana tantangan yang sedang anda hadapi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *