Apa itu email marketing dan bagaimana cara menerapkan ke bisnis anda

Apa itu email marketing dan bagaimana cara menerapkan ke bisnis anda

Apa itu email marketing dan bagaimana cara menerapkan ke bisnis anda.

Tertarik belajar lebih dalam tentang email marketing?

Anda mendarat di halaman yang tepat, karena dalam artikel ini saya akan mengupas email marketing dari A sampai Z.

Sebenarnya sadar atau tidak sadar anda sudah sering menerima email marketing. Terutama jika anda pernah belanja di tokopedia, bukalapak atau marketplace besar lainnya.

Saya tidak mengatakan email marketing hanya digunakan oleh marketplace, namun itu contoh saja.

Coba lihat contoh berikut, ini adalah salah satu email dari tokopedia yang merupakan salah satu contoh email marketing.

Oke, kembali ke apa itu email marketing.

Email Marketing adalah serangkaian aktivitas marketing dari mendapatkan alamat email orang-orang yang menjadi target pasar anda hingga mengirimkan email yang bertujuan untuk menawarkan produk kita.

Sekilas memang sederhana, namun percayalah email marketing mempunyai cakupan aktivitas dan manfaat yang sangat luas.

Untuk lebih jelasnya, mari kita bedah lebih dalam untuk lebih memahami apa itu email marketing.

Istilah-istilah dalam email marketing

Jika anda baru mengenal email marketing, mungkin anda akan asing dengan istilah-istilah yang sering digunakan dalam email marketing.

1.Email list

Sebelumnya saya ingin bertanya,berapa follower dari instagram anda?

Nah, follower tersebut dapat melihat berbagai postingan anda, dan mereka akan mulai mengenal bisnis anda dari apa yang anda posting.

Di email marketing anda juga punya follower, namun dalam bentuk email list.

Email list adalah kumpulan alamat email milik target pasar anda yang bisa anda kirimi email ke inbox mereka baik email penawaran atau hal lain.

Email list ini adalah aset terbesar anda dalam aktivitas email marketing. Karena email list pada dasarnya adalah sekumpulan orang yang siap menerima berbagai info terkait bisnis anda.

2.Lead magnet

Lead magnet adalah sesuatu yang dapat membuat orang termotivasi untuk menyerahkan emailnya ke anda dan menjadi lead anda.

Sebagai contoh adalah penawaran free trial berikut

Anda tidak harus membuat versi free trial untuk produk anda, namun masih banyak lagi pilihan lead magnet yang dapat anda buat. Antara lain,

  • ebook
  • checklist
  • cheatsheat
  • workbook
  • Webinar
  • guide
  • kupon diskon
  • free ongkir
  • dll

Intinya adalah harus ada sesuatu yang dapat membuat orang mau memberikan alamat emailnya ke kita

3.Opt in form

Optin form ini adalah formulir tempat orang mendaftarkan emailnya ke email list kita.

Opt in form dapat kita letakkan di berbagai tempat. Tergantung dari mana sumber trafik kita.

Antara lain,

  • pop up
  • side bar
  • landing page
  • after post
  • before post
  • dll

4.Autoresponder

Autoresponder adalah tools yang menjadi kendaraan utama kita dalam menjalankan email marketing. Autoresponder ini kita gunakan untuk menampung email list, mengirimkan broadcast, mengirimkan email autoresponder dll.

Sebagai contoh saat anda mendownload free video email marketing training dari saya, maka materinya akan langsung otomatis terkirim ke email anda. Nah, semua itu dikirimkan oleh autoresponder.

Ada banyak pilihan autoresponder yang dapat anda gunakan, antara lain

  • kirim.email
  • mailchimp
  • Aweber
  • constant contact
  • get response
  • dll

Mengenal macam-macam email dalam email marketing

Di dalam menjalankan email marketing, anda akan mengenal berbagai macam jenis email. Antara lain

1.Email konfirmasi

Email konfirmasi adalah email yang akan otomatis diterima oleh orang yang mendaftarkan emailnya ke email list anda. Email konfirmasi ini ditujukan untuk memastikan bahwa orang tersebut sudah benar menuliskan alamat emailnya dan juga secara sadar mendaftarkan emailnya ke kita

2.Welcome email

Welcome email adalah email ucapan selamat datang setelah seseorang resmi masuk ke dalam email list kita. Welcome email umumnya berisi perkenalan, link Download lead magnet dll.

Sebagai contoh saat anda mendownload video training email marketing dari saya maka anda akan mendapatkan email yang berisi perkenalan dan link Download Video.

Nah, itulah salah satu welcome email

3.Email broadcast

Email broadcast adalah email yang kita kirimkan secara masal ke orang-orang dalam email list kita. Sebagai contoh anda sedang mengadakan diskon khusus untuk produk tertentu. Maka anda dapat menginfokan hal tersebut dengan melakukan broadcast.

4.Email autoresponder

Email autoresponder adalah email berseries yang otomatis terkirim berdasarkan jangka waktu tertentu.

Jadi konsepnya seperti ini,

Saat orang mendaftarkan emailnya ke kita maka secara otomatis dia akan menerima email selama beberapa hari ke depan. Contoh,

Hari ke 1 perkenalan Hari ke 2 pengenalan masalah Hari ke 3 soft selling Hari ke 4 edukasi tentang manfaat produk Hari ke 5 hard selling Dst

Anda dapat membuat email tersebut selama apapun yang anda mau. Semisal 30 hari, 3 bulan dst.

Semua dapat anda lakukan menggunakan tools seperti mailchimp, kirim.email, Aweber dan beberapa lainnya yang saya sudah sebutkan di atas tadi.

Menerapkan email marketing ke bisnis anda

Oke, setelah cukup panjang membahas tentang berbagai teori dalam email marketing, kini saatnya kita menerapkan email marketing ke aktivitas bisnis anda.

Ada beberapa penerapan yang anda dapat lakukan, antara lain

1.Mengumpulkan prospek/calon buyer

Katakanlah anda membuat ebook berjudul “Panduan membuat facebook ads”. Dan ebook tersebut anda jadikan sebagai lead magnet.

Artinya, siapapun yang mendownload ebook anda tersebut adalah orang yang punya keinginan belajar facebook ads. Dan kemungkinan besar, mereka akan memberikan respon positif saat anda menawarkan Ecourse atau workshop seputar facebook ads.

Selanjutnya kita tinggal pikirkan bagaimana mendatangkan trafik supaya banyak orang yang mau mendownload ebook tersebut.

Untuk melakukannya kita bisa gunakan blog, sebagai contoh apa yang saya lakukan ini.

Selain blog kita juga menggunakan iklan berbayar seperti Facebook ads.

2.Mentarget ulang orang-orang yang tertarik pada penawaran anda.

Katakanlah anda mempunyai 2000 alamat email yang berpotensi untuk membeli produk anda. Saat anda mengirimkan penawaran produk anda, ternyata hanya 1000 orang yang membuka emailnya.

Dari 1000 orang tersebut, baru 100 orang yang membeli produk anda. Artinya masih ada 900 orang harus kita proses lebih lanjut agar segera melakukan pembelian.

Kita bisa mengirimkan ulang promosi kita ke 900 orang tersebut. Harapannya mereka lebih paham akan manfaat produk kita dan melakukan pembelian.

Nah, sampai di sini anda sudah paham kan apa itu email marketing. Silahkan share ke rekan-rekan anda yang belum tahu agar ikut merasakan manfaatnya.

Bagaimana menggunakan media sosial dan email untuk meningkatkan penjualan

Bagaimana menggunakan media sosial dan email untuk meningkatkan penjualan

Bagaimana menggunakan media sosial dan email untuk meningkatkan penjualan

Hampir semua pembeli dan calon pembeli anda menggunakan media sosial.

Jadi tidak heran jika media sosial menjadi pilar penting untuk memperkuat bisnis online anda.

Namun ada channel lain yang hampir selalu digunakan oleh brand-brand besar dalam aktivitas internet marketingnya, yaitu email.

Jika anda pernah belanja di tokopedia, anda pasti sudah sering mendapatkan email promosi dari tokopedia. Dan tidak hanya tokopedia saja, brand-brand besar seperti Shopify, lazada, dll menggunakan email.

Bahkan instagram, facebook dan Twitter juga menggunakan email untuk menginformasikan update terbaru ke penggunanya.

Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menggunakan email sebagai channel marketing.

O.. Iya, artikel ini tidak ditujukan untuk mencari tahu mana yang lebih baik antara email dan media sosial. Namun bagaimana menggunakan media sosial dan email untuk meningkatkan penjualan kita.

Kenapa harus menggunakan media sosial dan email sekaligus?

Jika itu pertanyaan anda, coba tengok 2 fakta di bawah ini.

Orang lebih sering membuka email dibandingkan media sosial

Mungkin sebagian dari anda berasumsi bahwa orang lebih banyak menghabiskan waktunya di media sosial dibandingkan dengan email.

Saya tidak akan menyalahkan asumsi anda, namun ada data yang menunjukkan bahwa email lebih banyak dibuka dibandingkan media sosial.

Berdasarkan dari data exact target, 91% dari jumlah konsumen membuka email setidaknya sehari sekali. Sedangkan hanya 57% dari jumlah konsumen yang aktif membuka facebook setiap hari.

Selain itu, jika dilihat dari jumlah penggunanya. Email masih lebih unggul dibandingkan media sosial terbesar seperti Facebook. Pengguna email mencapai 3,7 milliar sedangkan pengguna Facebook masih 1,9 miliar. Klik di sini untuk melihat sumber data

Media sosial bukan punya kita

Mungkin anda merasakan kefektifan media sosial bagi bisnis anda. Namun jangan lupa, media sosial bukan punya anda.

Pengelola media sosial dapat mengeluarkan kebijakan apapun tanpa harus berdiskusi dengan kita. Dan terkadang, kebijakan tersebut memberikan dampak negatif bagi bisnis kita.

Sebagai contoh adalah Alghoritma dari media sosial itu sendiri.

Media sosial seperti facebook dan instagram akan selalu berinovasi dengan alghoritmanya. Karena prioritas mereka adalah membuat penggunanya betah berada di platformnya.

Contoh yang kedua adalah skandal facebook beberapa waktu yang lalu. Pemerintah Indonesia mengancam untuk memblokir facebook. Beruntung facebook mengambil langkah yang tepat sehingga tidak terjadi pemblokiran.

Nah, dua alasan tersebut saya rasa sudah cukup untuk mendorong kita menggunakan email sebagai channel marketing disamping media sosial.

Bagaimana menggunakan media sosial dan email secara bersamaan.

Sekarang mari kita berdiskusi tentang bagaimana menggunakan media sosial dan email sekaligus.

1.Menggunakan media sosial untuk mendatangkan trafik

Media sosial sangat efektif untuk mendatangkan trafik, terutama untuk menjangkau market yang baru.

Ada 2 cara yang dapat kita gunakan agar mendapatkan trafik dari media sosial.

Pertama, menggunakan iklan berbayar

Iklan berbayar seperti Facebook ads bisa menjadi cara instan untuk mendapatkan trafik. Tidak hanya sekedar trafik, namun iklan berbayar seperti Facebook ads dapat mendatangkan trafik yang sangat tertarget.

Kita bisa mengirimkan iklan kita ke target pasar yang sangat spesifik. Baik dari umur, minat, jenis kelamin, lokasi dll.

Selain itu, trafik berbayar lebih terukur. Kita bisa perhitungankan dengan cukup jelas, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk mendatangkan sejumlah trafik yang kita inginkan.

Kedua, metode gratisan

Iklan berbayar memang efektif, namun tidak menjamin akan efisien. Artinya belum tentu biaya yang kita keluarkan untuk beriklan akan
lebih kecil dari omzet yang didapatkan.

Jadi tidak ada salahnya kita juga mengandalkan metode gratisan seperti grup facebook, akun instagram, dan juga facebook personal.

2.Melakukan penawaran via email

Jarang ada orang yang langsung melakukan pembelian dipandangan pertama. Saya yakin anda setuju akan hal itu.

Maka dari itu, kita harus bisa mengirimkan penawaran kita secara berulang ke orang yang sama. Dan hal ini akan sangat mudah dilakukan jika kita menggunakan email.

Kita bisa mengirimkan penawaran kita kapanpun kita mau ke inbox calon buyer asalkan kita mempunyai alamat emailnya.

Pertanyaannya, bagaimana mendapatkan alamat email mereka?

Disinilah peran media sosial untuk mendukung aktivitas email marketing kita.

Media sosial dapat menjadi media yang sangat efektif untuk mendapatkan database seperti email. Kita tinggal mengiklankan lead magnet kita di media sosial.

Selanjutnya, barulah kita edukasi dan lakukan penawaran berulang via email.

3.Memisahkan buyer dan calon buyer

Selanjutnya adalah memisahkan mana yang buyer mana yang calon buyer.

Jika menggunakan email, hal ini akan sangat mudah dilakukan. Kita tinggal membuat dua list. Yang satu list berisi orang yang belum pernah membeli dan yang satu berisi orang-orang yang sudah pernah membeli produk kita.

Jika anda menggunakan mailchimp, tampilan sebagai berikut.

Kesimpulan

Media sosial memang penting dalam aktivitas internet marketing anda.

Selain itu media sosial juga memungkinkan kita untuk menjangkau lebih banyak orang. Namun ada baiknya kita menggunakan juga channel marketing lain seperti email untuk melengkapi kekurangan dari media sosial.

Kita bisa gunakan media sosial sebagai sumber trafik dan mendapatkan lead. Selanjutnya kita bisa lakukan pendekatan dan penawaran secara lebih personal via email.

Dengan begitu kita bisa mengirimkan penawaran berulang kali ke orang yang sama dan tentunya akan lebih berpotensi untuk terjadi penjualan.

Demikianlah artikel bagaimana menggunakan media sosial dan email untuk meningkatkan penjualan. Semoga bermanfaat

Rekomendasi : Download free video training email marketing 

Cara mendapatkan email pelanggan dengan mudah

Cara mendapatkan email pelanggan dengan mudah Seperti kita ketahui bersama, email adalah channel pemasaran yang sangatlah efektif di era sekarang. Selain sangat fleksibel, email juga merupakan channel pemasaran yang 100% milik kita sendiri.

Berbeda dengan marketplace ataupun media sosial, email dapat kita kendalikan sendiri tanpa pengaruh dari aturan pihak ketiga. Hal ini tentu sangat menunjang keberlangsungan bisnis kita dalam jangka panjang.

Sayangnya banyak pebisnis online yang terlambat menyadari ini, dan baru memulai email marketing saat bisnisnya sudah separo jalan. Karena telat, maka mau tidak mau kita harus memindahkan pelanggan kita dari channel pemasaran yang lama ke channel pemasaran yang baru yaitu email.

Untuk itu, dalam artikel ini anda akan belajar bagaimana cara mendapatkan alamat email pelanggan dengan mudah dan tentu cepat.

Sebelumnya, mari kita samakan persepsi terlebih dahulu. Yang saya maksud dengan pelanggan adalah orang yang sudah pernah membeli produk dari kita, jadi bukan calon buyer yang belum pernah melakukan transaksi.

Oke, mari lanjut. Berikut cara mendapatkan email pelanggan dengan mudah

1. Kupon diskon

Pelanggan adalah orang yang sudah berada di wilayah hot market. Mereka akan cenderung lebih mudah untuk membeli produk kita kembali tanpa harus edukasi yang panjang.

Dan pembelian kembali atau repeat order akan lebih cepat terjadi saat kita menawarkan diskon. Selain itu dengan memberikan diskon kita juga bisa mendapatkan alamat email pelanggan. Kita tinggal membuat form yang harus di isi jika ingin mendapatkan kupon diskon dari kita.

Form dapat dibuat dengan menggunakan mailchimp, kirim. Email, get respons atau layanan email marketing lainnya. Selanjutnya kita tinggal setting autoresponder kita untuk secara otomatis mengirimkan kupon diskon ke pelanggan yang mendaftarkan emailnya.

2. Memberi bingkisan lebaran

Memberikan bingkisan lebaran sudah menjadi strategi yang umum untuk menjaga hubungan dengan pelanggan. Selain menambah kedekatan antara penjual dan pembeli, cara ini juga bisa kita manfaatkan untuk mendapatkan alamat email pelanggan.

Caranya dengan membuat form pengiriman barang (bingkisan lebaran) yang harus diisi lengkap, baik nama, alamat email, alamat rumah, no hp dll.

3. Membership support

Cara ketiga adalah membuat membership untuk kepentingan suport after sales kita. Kita bisa minta pelanggan kita untuk mendaftarkan alamat emailnya untuk mengakses web yang kita desain sebagai wadah untuk melayani komplain, saran dan hal lain yang berhubungan dengan support after sales.

4.Waiting list
Orang yang paling aware akan produk kita adalah pelanggan kita. Termasuk saat kita sedang launching produk baru. Umumnya orang yang sudah pernah membeli produk dari kita akan memberi respon yang relatif lebih cepat. Kita bisa manfaatkan hal tersebut dengan membuat waiting list untuk mereka yang mendapatkan info lebih lanjut.

Demikianlah Cara mendapatkan email pelanggan dengan mudah versi saya. Bagaimana versi anda?. Baca juga Panduan email marketing dari nol

Cara membuat email newsletter yang efektif

Cara membuat email newsletter yang efektifSalah satu cara agar subscriber kita terus berinteraksi dengan kita dan terus ingat dengan brand kita adalah dengan email news letter. Saya yakin anda sudah tahu akan hal itu,..

Yang jadi permasalahan adalah bagaimana supaya email newsletter kita ini tepat guna alias efektif. Tentu kita tidak mau membuang waktu untuk menulis dan mengirimkan email jika ternyata tidak memberi kontribusi pada pencapaian goal kita.

Nah, berikut cara membuat email newsletter yang efektif dari ekanurmanto.com, selamat membaca

1.Pahami apa yang diinginkan Subscriber

Sebelum jauh-jauh membahas masalah lain, langkah pertama untuk mendapatkan hasil dari email newsletter kita adalkah memahami secara persis apa mau audience kita. Hal ini bisa kita lakukan dengan menggunakan lead magnet yang spesifik untuk menarik subscriber.

Lead magnet yang spesifik akan memberikan solusi yang lebih spesifik dan mendatangkan subscriber dengan masalah yang lebih spesifik.

Contoh lead magnet yang tidak spesifik:

“7 rahasia menjadi blogger sukses.”

Lead magnet ini kurang spesifik, karena blogger punya berbagai macam masalah. Ada yang bermasalah dengan traffik, ada yang bermasalah dengan desain ada juga yang bermasalah dengan cara monetizenya.

Akan lebih spesifik jika membuat lead magnet

“cara mendatang 1000 visitor dalam 2 hari”, kalau ini lebih jelas. Karena yang akan menjadi subscriber kita adalah orang-orang yang memang masih bermasalah dengan trafik

Dengan mengetahui apa permasalahan dari subscriber kita, maka kita akan lebih mudah membuat konten untuk email newsletter kita. Dengan konten yang tepat, tentu email kita kan mendapat open rate yang tinggi dan dengan open rates yang tinggi ntujuan dari email marketing kita akan lebih mudah dicapai.

2.Buat subjek yang menarik

Tidak peduli sebagus apapun konten yang ada dalam email kita, semua akan sia-sia jika email kita tidak dibuka. Setuju?

Dan salah satu faktor penentu pakah email kita layak untuk dibuka atau tidak adalah subjek. Maka dari kita harus benar-benar memikirkan subjek sepertia pa yang akan memancing subscriber kita untuk membuka email.

3.Buat singkat padat dan jelas

Email adalah media untuk berkomunikasi layaknya sms atau WA. Dan dalam media komunikasi semacam itu, umumnya orang menerima pesan yang relatif singkat.

Maka dari itu kita harus membuat email kita singkat namun jelas apa isinya. Kita tidak boleh menulis email layaknya menulis artikel blog, kita cukup berikan link menuju ke blog kita untuk konten yang lebih panjang.

4.Seimbangkan antara konten promosi dan edukasi/informasi.

Bayangkan jika kita berada di posisi subscriber, kita subscribe kaena ingin mendownload lead magnet dan mengikuti update informasi tertentu. Namun ternyata kita terus dibrondongi email promosi. Apakah nyaman? Kalau saya sih tidak..

Maka dari itu ada baiknya kita membuat perbandingan 80% konten edukasi dan 20% konten promosi. Hal ini akan membuat orang lebih respon saat menerima email dari kita. Mereka akan punya mindset bahwa setiap email dari kita pasti membawa manfaat.

5.Kirim diwaktu terbaik

Salah satu penentu apakah email kita akan menganggu atau tidak adalah waktu. Kita harus usahakan akan subscriber menerima email di waktu yang tepat. Waktu yang tepat maksudnya adalah waktu dimana subscriber memang nyaman untuk membuka email.

Untuk mengetahui kapan waktu tersebut, kita harus melakukan testing dulu pada email list kita. Kita bisa lihat dari data, kapan waktu yang memberikan open rates tertinggi.

6.Mobile friendly

Saat ini kebanyakan orang membuka email melalui mobile device. Artinya jika desain email kita tidak mobile friendly, harapan untuk dapat menarik perhatian subscriber sangatlah kecil. Untuk mengetahui apakah email kita nyaman dibaca di perangkat mobile kita bisa test dengan mobiletest.me.

Demikianlah cara membuat email newsletter yang efektif dari saya, semoga dapat memberi manfaat.

Baca juga

6 Lokasi Strategis untuk meletakkan Opt-in Form

Cara membuat email Autoresponder yang berkonversi

Waktu terbaik mengirim email (berdasarkan data)

 

 

 

 

6 Lokasi Strategis untuk Meletakkan Opt-in Form

Lokasi Strategis untuk Meletakkan Opt-in FormApakah anda menggunakan website untuk membangun email list? Anda sudah melakukan langkah yang benar jika memang itu yang anda lakukan.

Website dengan trafik yang tinggi memang media yang sangat tepat untuk digunakan membangun email list, kita hanya perlu meletakkan opt-in form di web kita dan email list terus bertambah tanpa kita harus mengeluarkan biaya untuk iklan.

Dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, tentu kita tidak bisa asal-asalan meletakkan opt in form kita. Kita harus meletakkannya di tempat yang mendapat perhatian dari visitor kita. Berikut beberapa lokasi strategis untuk meletakkan opt-in form

1.Header

Header merupakan lokasi strategis untuk meletakkan opt-in form, kenapa? Tentu saja karena header adalah lokasi pertama yang dilohat visitor sebelum mereak scroll untuk membaca konten kita. Sebagai contoh lihat apa yang dilakukan oleh bisnisfun.com berikut,

Lokasi Strategis untuk Meletakkan Opt-in Form

2.Side bar

Lokasi strategis untuk meletakkan opt-in form yang kedua adalah side bar.Hampir semua theme untuk wordpress mendukung untuk meletakkan opt-in form pada side bar. Tentu hal ini akan lebih memudahkan kita.

Selain jika visitor menggunkan desktop, sidebar akan terus nampak saat mereka scroll konten kita.

Lihat contoh berikut dari georgialoustudios.com

Lokasi Strategis untuk Meletakkan Opt-in Form

3.Dibawah artikel

Meletakkan opt-in form dibawah artikel merupakan ide yang cemerlang, kenapa? Karena pada dasarnya visitor sudah membaca keseluruhan konten kita dan secara tidak langsung mengenal sepertin apa solusi yang kita tawarkan untuk masalah mereka.

Lokasi Strategis untuk meletakkan Opt-in Form

4.Exit intent pop-up

Ini adalah pop-up yang muncul saat visitor akan meninggalkan blog. Dibandingkan memunculkan pop-up sejak pertama kali, pop up modell ini tidak akan mengganggu visitor saat membaca konten kita. Lihat contoh dari Tim Ferris

5.Floating bar

Seperti namanya, floating bar merupakan bar yang terus mengapung atau nampak walau visitor scroll page kita. Umumnya floating bar terletak di bawah atau atas halaman kita. Lihat contoh yang digunakan Hubspot

Lokasi Strategis untuk Meletakkan Opt-in Form

6.About page

Visitor yang mengujungi about page kita umumnya mempunyai ketertarikan yang relatif tinggi terhadap blog kita. Maka dari itu kita tidak boleh melewatkan kesempatan ini untuk mendapatkan alamat email mereka.

Nah, bagaimana menurut anda?ada ide lain mengenai lokasi strategis untuk meletakkan opt-in form. Silahkan tinggalkan ide anda di komentar.

Demikianlah artikel dari ekanurmanto.com kali ini, semoga bermanfaat.

baca juga 

Cara membuat email autoresponder yang berkonversi

Waktu terbaik untuk mengirim email (berdasarkan data)

10 Tipe Konten Email Marketing yang harus anda kirim ke email list anda

Cara Membuat Email Autoresponder Yang berkonversi

Ingin mendatangkan penjualan dengan autopilot? Maksimalkan email berseri dengan autoresponder anda

Salah satu keunggulan email marketing dari metode marketing lain adalah pada autoresponder. Umumnya layanan email marketing sudah menyediakan fitur ini, karena ini merupakan fitur utama yang membuat email marketing kita berjalan dengan efektif dan efisien.

Namun tentu saja keefektifan dan keefiesienan tidak akan kita dapatkan jika kita melakukannya dengan asal-asalan.

Maka dari itu, dalam artikel ini anda akan menemukan bagaimana cara membuat email autoresponder yang berkonversi.

Secara umum, kita dapat membaginya dalam 5 langkah yaitu

1.Memilih software Email marketing yang terpercaya
2.Menentukan Goal
3.Membuat draft
4.Membuat konten yang menarik
5.Evaluasi

Mari kita mulai,

1.Memilih Software Email marketing yang terpercaya

Saat ini banyak sekali orang yang menawarkan layanan/software email marketing. Kita harus jeli dalam memilih dan tidak hanya terpaku akan harga yang murah. Email marketing adalah channel marketing jangka panjang kita, jadi kita harus pastikan bahwa kita menggunakan layanan yang tepat.

Berikut beberapa yang dapat anda jadikan sebagai pilihan

Kirim.email

Kirim.email adalah layanan email marketing yang desainnya cocok untuk market Indonesia. Kita bisa membayarnya dengan rupiah dan semua tutorial pendukungnya dalam bahasa indonesia.

Untuk harga dimulai dari 99ribu/bulan untuik 1000 email. Saya sendiri juga menggunakan kirim.email dan sampai saat ini tidak ada keluahan yang berarti.

Mailchimp

Mailchimp merupakan layanan email marekting yang sangat terkenal. Mailchimp menyediakan layanan gratis bagi pemula, namun jika ingin menggunakan autoresponder kita harus pindah ke paid plan. Untuk harga saat ini $20/bulan dengan kuota 1001-1500

Cara membuat email Autoresponder

Aweber

Berbeda dengan mailchimp, aweber tidak menyediakan free plan. Untuk harga dimulai $19/bulan dengan kuota 500 subscriber. 

Cara membuat email Autoresponder

2.Menentukan Goal

Tentu sebelum jauhjauh membuat konten kita harus tahu goal dari email series kita. Untuk apa kita membuat email series?
Ada banyak hal yang bisa kita lakukan dengan email berseri dari autoresponder kita, antara laian adalah

Sebagai email course

Email course merupakan lead magnet yang menurut saya sangat efisien dalam pembuatannya. Dibandingkan dengan menulis konten lead magnet kita dengan format ebook, Email course akan lebih mudah dikonsumsi dan mudah untuk dibuat (tanpa perlu desain).

Selain itu dengan menggunakan Email Course, subscriber akan terbiasa untuk membuka email dari kita sehingga akan mereka akan lebih response jika mendapat email broadcast dari kita.

Mendatangkan penjualan secara autopilot

Kita juga bisa mengirimkan email berseri melalui autoresponder untuk mengedukasi cold market menjadi Hot market. Kita bisa menggiring orang untuk membeli produk kita tanpa harus mengirimkan konten secara manual setiap harinya.

Selain itu dengan autoresponder, orang akan mendapatkan email dari kita berdasarkan tanggal mendaftarkan emailnya. Dengan begitu setiap subscriber akan diedukasi dengan sangat rapi sesuai dengan temperatur marketnya.

3.Membuat draft

Supaya tidak tertukar urutannya, sebaiknya kita membuat draft terlebih dahulu apa yang ingin kita sampaikan. Jika menggunakan kirim.email, kita sudah disediakan semacam draft/template apa yang harus kita tulis dari hari pertama hingga hari terakhir. Lihat contoh berikut :

Hari pertama, kita memperkenalkan diri sekaligus ucapan terimakasih

Hari kedua, Memperkenalkan masalah yang ada

Hari ketiga, Memperkenalkan solusi yang anda tawarkan melalui produk anda

Hari ke empat, launching produk

dan seterusnya

4.Membuat konten

Untuk masalah konten, tentu anda yang paling tahu konten apa yang sesuai dengan penawaran anda. Yang jelas, kita tidak boleh meremehkan apa yang akan kita tulis di Autoresponder kita.

Karena konten yang kita kirimkan benar-benar mewakili siapa kita dan bisnis kita. Ada beberapa hal penting yang harus kita perhatikan dalam menulis konten, antara lain

Fokus pada subscriber

Ini hal pertama yang harus kita ingat saat menulis konten, tulislah untuk subscriber bukan untuk kita sendiri. Maksudnya, segala hal yang ada di konten kita harus memiliki nilai di mata subscriber kita.

Tujuan kita adalah menyelesaikan masalah mereka dengan produk kita, jadi jangan terlalalu terburu-buru untuk berbicara fitur. Subscriber tidak peduli dengan fitur produk kita, namun lebih peduli pada manfaat dari produk kita.

Untuk memudahkan, silahkan jawab pertanyaan dibawah ini sebelum menulis konten

Apa permasalahan terbesar yang dihadapi subscriber?
Apa goal yang dicapai oleh subscriber?
Apa yang menjadikan mereka subscribe kita?
Bagaimana saya menyelesaikan masalah mereka?
Kenapa mereka harus membuka email ini?

Buat subjek yang semenarik mungkin

Subjek adalah kunci dari pintu inbox subscriber kita, dengan subjeklah kita membuat mereka membuka membuka email kita. Maka dari itu kita harus pastikan subjek dari email berseri kita memancing orang untuk membuka email.

Subjek harus membuat orang pensaran akan isi dari emailnya, namun tentu kita tidak boleh menipu subscriber kita dengan subjek yang tidak relevan dengan isi email.

5.Evaluasi

Tanpa Evaluasi bisnis kita mati. Setidaknya minimal 3 hal berikut yang wajib kita pantau,

Open rates

Rata-rata open rates dari email marketing adalah sekitar 22,87%. Angka ini bisa kita gunakan sebagai standar apakah email marketing kita berjalan normal atau tidak.

Open rates akan berngaruh ke banyak hal seperti laporan SPAM, Deliverability,dan tentu penjualan kita. Silahkan baca artikel cara-meningkatkan-open-rate-email-marketing untuk belajar lebih dalam mengenai open rates.

Click Through rates

Click Through rates adalah jumlah klik yang kita peroleh melalui email kita. Menurut Getresponse  Click Through Rates untuk autoresponder adalah 6,56%.

Cara membuat email Autoresponder

Kita harus usahakan Click Through Rates yang kita peroleh harus lebih besar atau sama dengan angka tersebut. Jika lebih rendah, kita harus tinjau lagi cara kita menulis konten email marketing kita.

Unsubcribe rates

Banyak yang menyarankan untuk tidak memperdulikan orang yang unsubscribe. Saya juga setuju dengan saran tersebut, namun jika angka unsubscribe lebih dari sewajarnya kita harus tinjau ulang konten yang kita kirim. Jangan-jangan kita salah menarget pasar, atau memang cara kita menulis email yang bermasalah.

Kesimpulan

Untuk membuat email autoresponder yang berkonversi, kita harus:

1. mempunyai layanan email marketing yang berkualitas
2.Goal yang jelas
3.Konten yang bagus
4.Evaluasi yang konsisten

Demikianlah artikel Cara membuat email Autoresponder yang berkonversi. Semoga dapat memberi manfaat.

Waktu Terbaik Untuk Mengirim Email (Berdasarkan Data)

Waktu Terbaik Untuk Mengirim EmailSalah satu faktor penentu dari open rate email marketing kita adalah “Waktu pengiriman”.

Email yang dikirim pada waktu yang tepat akan mendapatkan respon yang bagus dari subscriber kita. Mereka akan membuka email kita dengan senang hati dan membacanya dengan seksama, karena email kita masuk ke inbox  pada waktu “Email time”.

Pertanyaanya, kapan waktu terbaik untuk mengirim email?

Pada dasarnya, waktu terbaik untuk mengirim email hanya dapat kita ketahui setelah melakukan test pada email list kita. Hanya kita sendiri yang tahu kapan waktu yang tepat tersebut, karena masing-masing orang punya email list dengan karakter yang berbeda.

Terlepas dari itu, dalam artikel ini saya akan memberikan gambaran kepada anda kapan waktu terbaik untuk mengirimkan email berdasarkan dari berbagai data yang ada.

Mari kita mulai ,

Hari terbaik mengirim email

Untuk mengetahui mana harib terbaik untuuk mengirim email, mari kita bandingkan 4 data berikut

Berdasarkan data dari mailchimp waktu terbaik untuk mengirim email adalah pada hari kamis, namun jika dilihat dari data tersebut tidak banyak perbedaan yang signifikan antara senin sampai kamis.

Waktu Terbaik Untuk Mengirim Email

Berdasarkan data dari hubspot, Email yang dikirim pada hari senin hingga rabu cenderung lebih banyak dibuka dibandingkan dengan hari lainnya. Hampir sama dengan data dari Mailchimp, sabtu dan minggu adalah hari  yang buruk untuk mengirim email.

Waktu Terbaik Untuk Mengirim Email

Berdasarkan data Getresponse, Selasa adalah hari terbaik untuk mengirim email. Seperti dua data sebelumnya weekend tetap menjadi hari yang buruk untuk mengirim email.

Waktu Terbaik Untuk Mengirim Email

Berdasarkan data dari wordstream kamis adalah hari terbaik untuk mengirim email dan sabtu adalah hari terburuk untuk mengirim email.

Waktu Terbaik Untuk Mengirim Email

Dari 4 data diatas kita dapat simpulkan bahwa Hari terbaik untuk mengirim email adalah pada hari senin hingga kamis. dan pada jum’at hingga minggu umumnya email mendapatkan sedikit interaksi dari subscriber.

Hal ini mungkin saja disebabkan karena email pada umumnya dibuka pada jam kerja, sehingga pada hari kerja justru email mendapatkan interaksi yang tinggi.

Jam terbaik mengirim email

Berdasarkan data dari mailchimp, jam 10 hingga jam 11 adalah waktu terbaik dalam mengirim email. Namun jika melihat data dari mailchimp kita tetap bisa mengirimkan email antara rentang waktu jam 10.00 hingga jam 18.00.

Waktu Terbaik Untuk Mengirim Email

Berdasarkan data dari hubspot, jam 11 merupakan waktu terbaik untuk mengirim email. Berbeda dengan data dari Mailchimp, pengiriman setelah jam 11 interaksi yang didapat menurun drastis.

Waktu Terbaik Untuk Mengirim Email

Data dari Hubspot juga menyarankan, jika kita mengirim email pada hari minggu waktu terbaik untuk mengirim email ternyata pada jam 09.00.

Kesimpulan

Berdasarkan dari berbagai data yang kita analisa, waktu terbaik untuk mengirimkan email adalah pada hari senin hingga kamis pada jam 11.00 hingga 18.00, bagaimana menurut anda? apakah setuju?

Jangan dijawab dulu,lakukan test dulu pada email list anda.

Demikian postingan kali ini tentang Waktu Terbaik Untuk Mengirim Email. Semoga bermanfaat. Dan jangan laupa Share ya..

Baca juga

10 Tipe Konten Email Marketing yang harus anda kirim ke email list anda

Email vs Media Sosial, Mana yang lebih baik?

Kenapa email masuk SPAM, Inilah 5 penyebabnya

10 Tipe Konten Email Marketing yang harus anda kirim ke email list anda

 

Tipe Konten Email MarketingSalah satu hal terpenting dan sering menjadi masalah dalam email marketing adalah “Konten”.

Konten adalah penggerak utama ativitas email marketing kita, dan dengan konten pula para subscriber akan menilai siapa kita. Maka dari itu, penting untuk mengenal Tipe konten email marketing.

Dalam artikel kali ini, anda akan menemukan 10 Tipe Konten Email Marketing yang dapat anda kirim ke subscriber anda.

Dengan mengirim berbagai jenis email, harapannya subscriber tidak bosan dengan aktivitas email marketing kita dan terus membuka email yang kita kirimkan.

Tanpa berlama-lama lagi, inilah 10 Tipe Konten Email Marketing

1. Email promosi

Sebagai email marketer, tipe konten ini adalah konten wajib yang harus dikirim. Karena Email promosi inilah yang akan mendatangkan penjualan secara langsung. Email promosi dapat berupa pengumuman produk baru, diskon, Free trial dll.

Sebagai contoh lihat email dari ratakan.com

Tipe konten email marketing

2.Email berupa pengumuman

Dalam bisnis tentu terus bermunculuan hal baru baik yang kita sengaja sediakan atau terpaksa kita perbarui. Terutama bagi anda yang berkecimpung dalam bisnis software, akan sering ada maintenance atau update fitur. Semua informasi tersebut dapat anda sampaikan melalui “email pengumuman”.

3.Email berisi Artikel blog/Newsletter

Saya yakin kebanyakan dari pebisnis online seperti kita mempunyai blog, entah blog pribadi atau blog yang dikhususkan untuk branding produk.

Kita bisa mengirimkan konten dari blog kita sebagai konten email marketing kita. Menurut saya dengan mengirimkan email berisi link menuju blog kita, akan menambah kedekatan kita dengan mereka . Dan seperti kita tahu, kedekatan dapat membangun koneksi dan koneksi dapat berujung transaksi.

4.Email berisi survey

Salah satu cara mengetahui bagaimana karakter orang-orang dalam email list kita adalah dengan bertanya langsung. Kita dapat mengirimkan konten berisi survey terkait informasi yang kita butuhkan.

Selain kita mendapat keuntungan berupa informasi, email marketing kita juga akan lebih hidup karena terjadi dialog 2 arah.

Contoh email dari InVission,

Tipe Konten Email Marketing

5. Email untuk Meminta testimoni

Email list juga dapat menjadi jalan pintas kita untuk mendapatkan testimoni dari produk kita. Seperti kita ketahui bersama, testimoni adalah bagian penting dalam sales page kita.

Kita bisa meminta testimoni dari buyer list kita atau memberikan free trial jika memang produk belum dijual secara umum.

7.Email berisi Give away

Tidak ada salahnya kita mengirimkan Give away pada subscriber kita. Menurut saya ini adalah salah cara jitu untuk mendongkrak kembali open rate kita.

Bayangkan saja, berapa banyak email yang masuk setiap harinya ke inbox subscriber kita. Kita harus benar-benar mengirimkan email dengan value tinggi jika ingin dibuka.

Dan Giveaway adalah sesuatu yang cukup pantas dijadikan alasan seseorang membuka email kita.

8.Email selamat datang

Welcome email atau email selamat datang adalah email yang diterima pertama kali saat subscriber masuk ke email list kita. Kita harus benar-benar memaksimalkan konten dalam email ini.

Kita harus pastikan jika konten dalam email ini dapat memberikan informasi secara jelas siapa dan apa bisnis kita.

Contoh emaiil dari Sumo

Tipe Konten Email Marketing

9. Email berisi ucapan terimakasih

Konten berupa ucapan terimakasih juga sangat penting untuk dikirimkan. Email ini bisa kita kirimkan setelah subscriber melakukan sesuatu yang kita minta seperti membeli, mendownload, mengisi survey dll.

10.Email berisi sharing

Kita juga bisa kirimkan email yang isinya sharing informasi tertentu. Kita bisa share informasi yang menjadi kebutuhan dari subscriber kita.

Kita bisa arahkan ke blog sendiri atau blog orang lain. Dalam hal ini yang kita kejar adalah awareness subscriber terhadap email dari kita.

Demikianlah 10 Tipe konten Email marketing yang dapat anda jadikan ide untuk aktivitas broadcast anda. Semoga bermanfaat

Baca juga

Email vs Media Sosial, Mana yang lebih baik?

Kenapa Email masuk SPAM, Inilah 5 penyebabnya

Kenapa kita tidak boleh membeli email list, ini 5 alasannya

 

Email vs Media sosial, mana yang lebih baik?

Email vs Media Sosial

Masih bingung, mana channel pemasaran yang ingin diutamakan?

Email Atau media sosial?

Untuk mengobati kebingungan anda, silahkan baca artikel ini. Dalam artikel ini, anda akan menemukan mana channel pemasaran yang lebih baik berdasarkan data yang ada.

Dengan begitu, anda tidak akan salah dalam memutuskan dan mengalokasikan budget marketing anda.

Untuk memudahkan analisa , mari kita bagi dalam 2 kategori

1. Berdasarkan besarnya pasar
2.Berdasarkan interaksi pasar

mari kita mulai analisanya,

1.Berdasarkan besarnya pasar

Yang saya maksud dengan besarnya pasar adalah jumlah orang yang dapat kita target dengan channel tersebut (email/media sosial). Media sosial tebesar yaitu facebook, pada tahun 2012 mempunyai pengguna aktif 1 milyar pengguna. Jumlah yang sangat besar yaa..

Namun jumlah tersebut masih belum mengalahkan jumlah pengguna email, yaitu sebesar 2,6 milyar pengguna. Dan pada tahun 2019 diprediksi akan menjadi 2,9 milyar pengguna.

Dari data tersebut sudah jelas, Email masih unggul ndalam besarnya pasar yang dapat ditarget.

2.Berdasarkan interaksi pasar

Tentu besarnya pasar yang ada tidak akan ada artinya jika tidak ada interaksi yang sebanding dari pasar tersebut. Maka dari itu selain besarnya pasar, kita juga akan menganalisa bagaimana interaksi dari masing-masing channel.

Besar kecilnya Interaksi dari masing-masing channel akan kita lihat berdasarkan beberapa hal, antara lain penggunan channel per hari, jumlah klik (click through rate) dan jangkauan promosi.

Berdasarkan dari penelitian 91% dari konsumen menggunakan email setidaknya 1 kali dalam sehari, sedangkan untuk facebook hanya 57% saja.

Data ini jelas menuntut kita untuk memaksimalkan aktivitas marketing kita dengan email. Karena tidak hanya mempunyai pasar yang besar, namun juga aktif berinteraksi.

Data selanjutnya, adalah jumlah klik di masing-masing channel. Untuk email Click Through rate dapat mencapai 3,57% sedangkan facebook hanya mencapai 0,07 %.

Dalam kasus ini media sosial jelas kalah telak. Bayangkan saja, jika kita mempunyai 1.000.000 orang yang melihat penawaran kita di media sosial hanya 700 orang yang klik. Sedangkan jika dengan email, kita bisa mendapatkan 35.700 klik.

Data selanjutnya terkait reach atau jangkauan promosi kita. Jangkauan organik facebook hanya 6% dari total audience kita, ini jelas kalah jauh jika kita dibandingkan dengan open rate email marketing yang mencapai 21,74%.

Jadi jika kita diminta untuk memilih apakah ingin mempunyai 2000 follower di media sosial atau 2000 database email, sudah jelas maka yang harus kita pilih..

Kelebihan media sosial dibanding email

Mungkin saat ini anda mulai meremehkan media sosial dan akan 100% fokus di email, sayangnya itu bukan pilhan yang bijak.

Kita tetap membutuhkan media sosial dalam aktivitas bisnis kita. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan media sosial namun sulit dilakukan via email, antara lain

Viralitas

Konten yang viral akan menguntugkan kita, karen akan membuat lebih banyak orang yang mengenal bisnis kita. Dan hal ini akan sulit didapatkan jika kita menggunakan email marketing.

Konten yang kita kirim ke email cenderung disimpan sendiri oleh si penerima. Berbeda dengan media sosial, orang terbiasa untuk saling share konten yang menurut mereka menarik. Tentunya hal ini dapat kita manfaatkan untuk meningkatkan jangkauan dari strategi promosi kita.

Cocok untuk konten visual

Dibanding dengan email, media sosial lebih powerfull jika kita ingin melakukan branding pada bisnis kita dengan konten visual. Logo, gambar atau foto akan lebih mudah diingat oleh pengguna media sosial.

Berbeda dengan email, umumnya orang akan lebih fokus pada nama pengirim dibanding gambar-gambar atau konten visual lain.

kesimpulan

Secara keseluruhan, email tetap menjadi channel pemasaran yang efektif dibandingkan dengan media sosial. Namun kita tetap tidak bisa meninggalkan media sosial dalam aktivitas marketing kita.

Justru kita harus mengkombinasikan media sosial dengan email marketing kita. Kita bisa gunakan media sosial untuk mendatangkan traffik ke web dan membuat konten kita menjadi viral untuk membangun email list.

Dan untuk mendatangkan penjualan dan repeat order kita bisa andalkan email sebagai channel komunikasi utama dengan lead atau customer kita.

Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat

Baca juga

Kenapa email masuk SPAM, inilah 5 penyebabnya

Kenapa kita tidak boleh membeli email list, ini 5 alasannya

8 Tips Menulis email marketing yang baik dan berkonversi

Kenapa email masuk SPAM, inilah 5 penyebabnya.

Kenapa Email masuk SPAMEmail promosi anda masuk SPAM?

Salah satu hal yang ditakuti para email marketer adalah SPAM. Saat email kita masuk SPAM, akan banyak sekali kerugian yang kita harus terima, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Maka dari itu sebelum kita melakukan email marketing, kita harus tahu terlebih dahulu kenapa email bisa masuk SPAM.

Ada banyak hal yang dapat membuat email promosi kita masuk ke SPAM bukan ke inbox. Berikut beberapa di antaranya

1.Email list tidak dibangun dengan cara yang benar

Sebelum jauh-jauh membahas hal lain, kita telusuri dulu hal yang paling mendasar. Salah satu penyebab email kita masuk SPAM adalah mungkin kita memang tukang SPAM.

Maksudnya kita tidak meminta alamat email secara baik-baik menggunakan opt-in form dan lead magnet, melainkan kita membeli alamat email atau menggunakan tools scrapper.

Jadi untuk mencegah supaya email kita tidak masuk SPAM, bangunlah email list dengan cara yang benar. Pastikan orang memberikan alamat emailnya karena kemauan pribadi dan sudah siap untuk menerima email dari kita.

2.Subscriber lupa kapan dia subscribe

Ini terkait dengan strategi email marketing kita. Jika kita tidak mengirimkan email dalam jangka waktu yang lama, subscriber bisa saja lupa kapan mereka mendaftarkan emailnya ke kita.Dan saat kita mengirim email kembali kepada mereka, justru email kita dianggap SPAM.

Walaupun pada dasarnya email kita bukanlah email SPAM, namun tetap saja setiap laporan SPAM akan direkam oleh provider. Dan tentu kedepannya email-email kita kan langsung dikirim ke folder SPAM.

Untuk mengatasi hal kita harus konsisten dalam mengirimkan email, dan jika memungkinkan gunakan logo atau warna atau apapaun itu sebagai ciri khas dari email kita.

3.Subjek yang membuat kesal

Untuk meningkatkan open rate dari email kita memang diperlukan subjek yang memancing orang untuk membuka email. Itu tidak salah, yang salah adalah saat subjek sama sekali tidak sesuai isinya.

Semisal kita menggunakan kata-kata yang meamncing urgency pada subjek, namun ternyata isinya tidak menunjukan adanya urgency. Singkatnya kita tidak boleh membohongi subscriber kita hanya demi open rate.
Karena percuma saja, open rate bagus namun tingkat SPAM seamkin tinggi.

4.Link untuk Unsubcribe tidak jelas atau bahkan tidak ada

Kita harus membuang jauh-jauh rasa kehilangan jika ada yang unsubscribe. Kita harus berpikir positif, bahwa mereka memang orang-orang yang tidak akan pernah membeli apapun dari kita.

Maka dari itu kita harus permudah jika memang ada yang ingin unsubscribe dari email list kita. Kita bisa mempermudahnya dengan menmapilakn link unsubcribe dengan jelas. Akan jauh lebih baik jika mereka unsubscribe, dibanding mereka melaporkan email kita sebagai SPAM karena tidak menemukan link untuk unsubscribe.

5.Menggunakan kata-kata yang berbau SPAM

Salah satu SPAM filter juga dipicu oleh kata-kata yang biasa digunakan untuk SPAM. Seperti Free, Gratis, Klik di sini, Order sekarang dan kata-kata semacam itu lainnya.

Untuk mengatasi hal ini, kita bisa cek terlebih dahulu email-email kita sebelum di kirim dengan tool SPAM Checker seperti Isnot SPAM.

Kenapa email masuk SPAM

Demikianlah artikel kenapa email masuk Spam, semoga bermanfaat

baca juga

Kenapa kita tidak boleh membeli email list, ini 5 alasannya

8 Tips Menulis email marketing yang baik dan berkonversi

16 Contoh email marketing terbaik yang menghasilkan penjualan