Perbedaan produk laris dijual online dan tidak laris

Perbedaan produk laris dijual online dan tidak laris

Perbedaan produk yang laris dijual online dan yang tidak laris

Kita tahu bahwa bukan hanya kita yang ingin mendapatkan banyak pelanggan dari online.

Kita juga tahu bahwa semakin lama jumlah penjual online semakin banyak.

Faktanya, lebih dari 2,7 juta pedagang punya toko di Tokopedia. Dan itu baru tokopedia, belum marketplace lainnya.

Dan jumlahnya mungkin bisa 3 lipat lebih banyak jika kita tambahkan pula pedagang diluar marketplace. Anda pasti juga menyadari betapa banyak iklan yang berseliweran di media sosial atau kita temukan di google.

Intinya, pedagang online sangatlah banyak.

Dan dari banyaknya jumlah pedagang online, ada yang produknya sangat laris hingga nama brandnya menggema kemana-mana dan ada juga yang bahkan selama beberapa bulan penjualannya sangatlah sedikit.

Nah, itulah yang akan kita bahas.

Supaya kita bisa menyusun strategi agar kita bisa berada di kelompok penjual yang produknya sangat laris.

Tentu itulah yang kita inginkan bukan..

Mari kita bedah, apa yang membedakan produk yang laris hingga kehabisan stok, dan produk yang sepi sekali peminatnya.

Setidaknya ada 4 hal yang biasanya menjadi pembeda antar keduanya.

Inilah 4 hal tersebut,

1.Dibisniskan dengan profesional

Umumnya produk yang laris dibisniskan secara profesional. Penjualnya atau pemilik bisnisnya bukan hanya orang yang iseng-iseng jualan.

Namun benar-benar fokus untuk menjalankan bisnisnya secara total.

Saking seriusnya berbisnis, bahkan kadang hingga endorse ke publik figure terkenal.

Logo, kemasan, desain promosi, semuanya tidak ada yang asal-asalan. Kebanyakan dari mereka juga tidak berjalan sendiri, namun bekerja bersama tim sehingga semua pekerjaan bisa dilakukan dengan maksimal.

2.Dijual ke pasar yang tepat

Tak peduli seberapa bagus produk yang kita tawarkan, akan direspon dengan negatif jika ditawarkan ke orang yang tidak tepat.

Ada yang bilang kemahalanlah, ada yang bilang barang murahan lah, dan berbagai statment negatif lainnya.

Berbeda jika kita tawarkan ke orang yang memang lapar akan solusi yang kita tawarkan.

3.Dipromosikan ke banyak orang

Produk yang laris manis tentu disebabkan karena memang dipromosikan kebanyak orang. Bukan hanya ke 10 atau 20 orang, namun promosinya menjangkau hingga puluhan ribu orang bahkan lebih.

Iklan berbayar sudah menjadi makanan sehari-hari, jadi bukan cuma diposting di facebook personal atau hanya di WA story saja.

4.Faktor penjual

Faktor penjual juga sangat berpengaruh terhadap laris tidaknya suatu produk.

Jika yang menjual memang orang yang punya branding bagus di bidangnya, umumnya produknya akan laris manis.

Lihat saja para mastah digital marketing, mereka bisa menjual banyak Ecourse atau seminarnya, bahkan hingga orang antri untuk membeli.

Lalu, apa yang harus kita lakukan?

Tentu yang harus kita lakukan adalah berusaha untuk memenuhi 4 hal tersebut,

Kita harus mulai atur strategi agar bisa memenuhi 4 kriteria tersebut, yang bisa kita lakukan antara lain

  1. Rekrut tim terbaik atau hire freelancer berkualitas agar kita bisa menjalankan bisnis dengan profesional
  2. Mengulas kembali siapa target pasar kita, jangan-jangan kita salah sasaran
  3. Menggunakan iklan berbayar atau strategi baru agar jangkauan pemasaran semakin luas
  4. Jujur dan amanah, supaya orang percaya untuk membeli ke kita.

Nah, bagaimana? Apa rencana anda untuk menggenjot omset anda?

Share artikel ini ke teman-teman yang lain yaa

Baca juga bagaimana mendapatkan pelanggan baru di tengah persaingan yang ketat