cara meningkatkan open rate

3 Cara Meningkatkan Open Rate Email Marketing Dengan cepat

cara meningkatkan open rate

Meningtkatkan open rate, 3 kata yang wajib selalu ada di pikiran para email marketer seperti kita

Karena penjualan yang merupakan darah dari bisnis kita sangat tergantung pada open rate dari email yang kita kirimkan ke email list kita.

Tidak peduli itu email informasi mengenai diskon, produk baru, sharing, bahkan hanya sekedar doapun, jika tidak dibuka oleh audience kita maka isinya tidak akan berguna.

Email tidak dibuka artinya tidak ada interaksi, tanpa interaksi tentu tidak akan ada transaksi.

Memang kadang menyesakan, kita sudah berpikir lama untuk menulis sebuah email, namun hanya beberapa persen saja orang yang membuka email kita.

Dalam postingan ini saya akan sedikit memberi tips kepada anda bagaimana cara meningkatkan open rate,

Secara garis besar untuk memperoleh open rate yang tinggi, setidak kita harus mempunyai 3 hal ini dalam email kita.

  1. Subject email yang menarik
  2. Dikirim pada waktu yang tepat
  3. Brand yang kuat

Oke, mari kita bahas satu persatu

subject email yang menarik

Seperti apa sih subjek email yang menarik?, dalam artian menarik audience kita untuk membuka email yang kita kirim.

Berikut 5 jenis subject yang umumnya memancing orang untuk membuka email kita.

#1.Subject dengan mencantumkan nama

Kata yang paling indah di dunia ini adalah “nama kita sendiri”, setuju?

Karena itulah subjek dengan mencantumkan nama penerima akan meningkatkan open rate kita.

Saya sendiri akan lebih suka menerima email dengan subjek “Hey eka”, dibanding dengan “pelanggan yang terhormat”, walaupun mungkin isi dari email sama-sama email promosi.

Nama juga memberikan personal touch pada email kita, berdasarkan data dari The Adestra / IDM State of Digital Personalization, email yang berbau personal lebih meningkatkan open rate,

cara meningkatkan open rate

#2.Subjek dengan urgensi

Maksud saya, subjek yang mengandung kata-kata yang urgen akan lebih memancing orang untuk membukanya.

Sebagai contoh “6 jam lagi diskon ditutup, hanya hari ini, khusus 25 pendaftar pertama dll.”

Batasan waktu akan membuat orang action fast, supaya tidak ketinggalan penawaran kita.

#3.Subjek yang mengandung informasi terbaru

Siapa sih yang tidak suka “tahu sesuatu”, sudah menjadi sifat alami kita untuk selalu ingin tahu apa yang sedang terjadi.

Entah itu soal negara, ekonomi, tetangga, apapun itu, asalkan memberikan sebuah informasi terbaru umunya orang akan suka untuk membacanya.

Tentu saja, informasi tidak boleh asal informasi namun harus bisa dipertanggungjawabkan dan paling penting harus sesuai dengan audience kita.

Contoh, jika ada yang mengirim ke saya tentang sesuatu yang berbau ilmu marketing maka saya akan lebih respon untuk segera membuka email tersebut. Entah itu tentang SEO, Alghorithma facebook, email marketing dll.

Walaupun pada akhirnya akan ada promosi software atau ecourse, namun saya tidak pernah kapok untuk membukanya.

Saya rasa anda juga seperti itu, dan tentu audience anda juga seperti itu.

 

#4.Subjek yang memancing rasa penasaran

Salah satu trik bisa dicoba adalah dengan menggunakan kata-kata yang memancfing rasa penasaran audience kita. Contoh “ternyata ini rahasia open rates tinggi, 12.000 rbu orang sudah menggunakan ini, ada yang spesial di rabu ini” dll.

Coba kita bandingkan, semisal kita menawarkan diskon dengan subjek “45% off untuk anda”, mereka akan langsung asumsi jika isi email ini adalah promosi, padahal sih “iya”, hee

Jika mereka sedang tidak tertarik untuk membeli sesuatu, tentu email kita akan diabaikan.

Padahal mungkin dengan teknik copywriting kita, si audience akan luluh hatinya dan membeli produk kita. Namun karena tidak membuka email, copywriting jadi sia-sia.

Bagaimana jika kita ganti, “Ini lho kabar baik nan spesial di bulan maret”, tentu orang akan lebih terpancing untuk membuka email kita.

#5.Subjek dengan kata “Free”

“Gratis, Ebook 7 langkah sukses”, “Free software untuk anda”, dll

Subjek-subjek seperti ini cenderung akan memancing orang untuk membukanya,

Tapi kan mas, kalau gratisan terus kapan kita jualannya?

Yaa..ini salah satu resikonya, saat kita memberikan sesutau yang gratis kita tidak mendapat profit apa-apa.

Namun itu bisa diakali, kitab bisa menyisipkan penawaran kita di ebook kita, di akhir email atau konten gratisan tersebut merupakan konten edukasi pasar sebelum kita mengirimkan email promosi dikemudian hari.

Waktu yang tepat untuk mengirim email

Pesan yang tepat di waktu yang tepat, itulah salah satu kunci open rate yang tinggi.

Pada dasarnya, cara untuk mengetahui kapan hari yang tepat untuk mengirim email adalah dengan kita test sendiri.

Karena karakteristik orang-orang dalam email list kita tentu berbeda-beda, namun ada bebarapa study yang mungkin dapat memberi insight untuk anda.

Berdasarkan data dari mailchimp, waktu yang terbaik untuk mengirim email adalah pada hari senin. Email yang dikirim pada hari sabtu atau minggu cenderung memiliki open rate yang rendah.

cara meningkatkan open rate

Sedangkan Getrespond, memberikan data bahwa email yang paling banyak dibuka dalah pada hari selasa. Email pada hari sabtu atau minggu juga cenderung memili open rate yang rendah

cara meningkatkan open rate

Brand yang kuat

Email dari orang dengan dengan brand yang kuat akan cenderung lebih memancing untuk dibuka, setuju?

Sederhana saja, bayangkan jika anda mendapat email dari saya dan dewa eka prayoga, mana kemungkinan yang lebih dibuka lebih dulu.

Saya rasa email kang Dewa yang di buka dulu, kenapa?

Tentu karena beliau sudah punya brand yang kuat pada dirinya.

Lalu bagaimana supaya kita mempunyai brand yang kuat pada diri kita,

Silahkan anda ikuti 3 langkah sederhana berikut,

1.Tentukan dulu persona anda

Maksudnya anda ingin brand seperti apa yang melekat pada diri kita, apakah kita orang yang jago jualan, yang easy going dll.

2.Berikan value

Berukan sesuatu yang bernilai untuk audience kita, bisa salam bentuk sharing, ebook, ataupun produk yang bagus.

Dengan menjual produk yang bagus saja, sebenarnya kita sudah memberikan brand yang baik pada diri kita.

3.Konsisten

Konsistenlah dalam berbisnis, karena semakin lama anda menggeluti bisnis kita maka semakin banyak orang yang mengenal dan mengingat kita atau produk kita.

Sekian postingan saya kali ini, semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *