Cara membuat sales funnel di media sosial

Cara membuat sales funnel di media sosial

Cara membuat sales funnel di media sosial Sudah membuat sales funnel di media sosial?

Oke, jika belum mari kita susun bersama-sama sales funnel kita di media sosial.

Sebelum mengulas cara membangun sales funnel di media sosial mari kita mengulas dulu Apa itu sales funnel?

Sales funnel adalah alur yang kita ciptakan untuk menggiring audience menjadi lead dan selanjutnya menjadi buyer. Mungkin anda akan menemukan pengertian berbeda di tempat lain, tapi intinya sama kok.

Contohnya seperti ini, anda sedang mencari informasi di google. Lalu masuk ke sebuah web yang kebetulan artikelnya berada di page one saat itu.

Setelah asyik membaca, muncul pop up penawaran ebook gratis. Karena anda merasa ada solusi yang kita cari di ebook itu, akhirnya anda mengisi form download dan mendownloadnya via email.

Beberapa hari kemudian, ada email lagi dari empunya website, isinya penawaran halus nan modus untuk membeli sebuah produk.

Lalu anda berkata dalam hati “wah.. Ini yang saya cari, akhirnya anda beli.

Itu tadi contoh salea funnel yabg paling sederhana.

Urutannya Awareness, incentive, lead, penawaran.

Lali bagaimana menerapkannya di media sosial.

Mari kita runut satu persatu prosesnya.

1.Awareness

Di fase ini kita membangun awareness di depan audience kita. Bisa menggunakan Facebook ads, postingan facebook, instagram dll.

Sebagai contoh, kita sharing mengenai cara menulis iklan yang baikbdi grup facebook atau platform lain. Dari situ, orang akan aware dengan apa solusi yang bisa kita tawarkan ke mereka.

2.Incentive

Di fase ini, kita memberikan alasan kenapa orang harus terkoneksi lebih lanjut dengan kita. Semisal kita memberikan kupon diskon, spesial offer, ebook, kuliah WA, kuliah email dll.

Di fase ini tujuan utama kita adalah mendapatkan database atau kontak pribadi dari audience yang sudah aware akan solusi yang kita tawarkan.

3.Lead

Setelah memberikan sesuatu ke audience, selanjutnya kita kumpulkan mereka di channel marketing yang lebih privasi. Tujuannya adalah kita bisa kontak mereka kapan saja. Saya menyarankan di email. Karena email sangatlah fleksibel. Baca juga Panduan email marketing dari nol

Di channel inilah kita melakukan edukasi lebih lanjut supaya lebih aware lagibalan solusi yang kita dapatkan.

4.Penawaran

Setelah proses edukasi di rasa cukup, saatnya melakukan penawaran. Tentu tidak semua lead akan membeli. Namun tingkat konversinya akan lebih tinggi dibandingkan kita menawarkan secara langsung tanpa edukasi dan membangun koneksi terlebih dahulu.

Demikianlah cara membuat sales funnel di media sosial. Semoga bermanfaat. Jangan lupa juga untuk bergabung di grup facebook Belajar bisnis online ya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *