Pekerjaan yang akan hilang di tahun 2030

6 Pekerjaan yang akan hilang di tahun 2030 dan solusi

Perkembangan teknologi memang tidak bisa dihindari. Karena ya memang tidak perlu dihindari karena perkembangan teknologi pada akhirnya akan memudahkan kehidupan manusia.

Namun tentu, dalam jangka pendek akan ada pihak-pihak yang dirugikan. Karena memang tidak semua orang punya kapasitas untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Entah karena kurang kreatif, kurang wawasan, kurang terbuka terhadap hal baru atau hal lainnya. Tapi ya gimana lagi, namanya perkembangan tentu tidak ada yang menghendaki untuk dihambat.

Nah jika dikaitkan dengan jenis pekerjaan, ternyata akan ada banyak jenis pekerjaan yang hilang akibat efisiensi yang disebabkan oleh perkembangan teknologi.

Mungkin 10 tahun dari sekarang atau tahun 2038 mendatang, kita sudah tidak menemui lagi beberapa jenis pekerjaan yang saat ini masih ada.

Berikut beberapa Pekerjaan yang akan hilang di tahun 2030.

1.Penjaga pintu Tol

Kalau ini tidak perlu menunggu hingga tahun 2030.Saat ini saja sudah banyak pintu tol yang sudah tidak ada penjaganya.

Karena sudah berlaku sistem E-toll. Kalau tidak salah sudah dimulai sejak tahun 2017 lalu.

2.Kasir

Kedepannya mungkin kasir juga akan hilang. Atau setidaknya akan berkurang. Karena saat ini saja pembayaran sistem digital sudah sangat umum digunakan.

Tentu ini bisa mengurangi tugas kasir, dengan kata lain yang tadinya butuh dua kasir mungkin kedepannya cuma satu kasir.

Bahkan Pada tanggal 2 Agustus 2018, e-commerce JD.ID sudah mengumumkan jika mereka telah menghadirkan teknologi toko yang beroperasi tanpa memerlukan kasir di Indonesia.

Toko tersebut bernama JD.ID X-Mart, dan berlokasi di PIK Avenue.

Tentu tinggal menunggu waktu saja hingga sistem tersebut berlaku ke seluruh toko di Indonesia.

3.Sales man

Pekerjaan yang akan hilang di tahun 2030 selanjutnya adalah salesman.

Kalau ini terkait dengan perkembangan digital marketing yang sangat pesat. Salesman atau sales girl yang menjual produk secara langsung ke konsumen mungkin akan berkurang jumlahnya.

Karena masyarakat sudah sangat percaya dan terbiasa untuk membeli sesuatu secara online.

Terlebih lagi dengan adanya Tokopedia dan semacamnya, masyarakat bisa lebih leluasa untuk membandingkan harga tanpa harus berjalan kaki keluar masuk toko satu ke toko lainnya.

4.Percetakan

Karena semakin kesini semua serba digital, pekerjaan yang terkait dengan bidang percetakan mungkin akan berkurang porsinya.

Hal ini terbukti dengan larisnya produk digital seperti Ecourse dan ebook. Bahkan harga Ecourse bisa sampai sejutaan saat ini, tapi tetap banyak peminatnya.

Jadi bukan tidak mungkin jika bisnis percetakan terancam keberadaannya. Mungkin tinggal tunggu waktu saja.

Setidaknya di tahun 2030,porsi pekerjaannya kemungkinan besar sudah berkurang.

5.Penjaga loket

Dulu saat kita ingin naik kereta api, kita harus antri dulu di loket untuk beli tiket. Bahkan jika menjelang lebaran, antrian bisa sangat panjang.

Tapi sekarang tidak lagi, kita pesan tiket secara online. Sampai stasiun tidak perlu antri lagi.

Jadi mungkin bisa dipastikan jika pekerjaan penjaga loket akan benar-benar hilang di tahun 2030 nanti.

6.Pekerjaan perakitan

Pekerjaan yang akan hilang di tahun 2030 yang terakhir adalah bidang perakitan.

Karena mungkin teknologi robot akan terus berkembang. Dan pekerjaan yang sifatnya berulang-ulang seperti perakitan mungkin full dikerjakan oleh robot.

Karena memang dalam segi efektivitas dan efisiensi robot lebih unggul. Mereka tidak capek, tidak mengeluh, dan kapasitas fisiknya tentu melampaui manusia.

Nah, demikianlah 6 Pekerjaan yang akan hilang di tahun 2030 nanti. Tentu ini sifatnya hanya perkiraan. Kita tetap tidak bisa memastikan apa yang terjadi nanti.

Lalu, kita harus bagaimana?

Tentu kita tidak boleh mengeluh, apalagi menyalahkan teknologi.

Karena walaupun ada beberapa jenis pekerjaan yang hilang namun akan ada pekerjaan jenis baru yang memang pantas dikerjakan oleh manusia.

Semakin kedepan, mungkin kemampuan fisik manusia sudah tidak terlalu dibutuhkan. Tapi lebih ke kreativitas dll.

Maka dari itu, sebaiknya kita persiapkan segalanya sejak dini agar mampu beradaptasi bahkan diuntungkan oleh perkembangan teknologi.

Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan

  • Melek teknologi

Sudah sewajarnya kita melek terhadap perkembangan teknologi. Ikuti terus, dan terus cari celah untuk memanfaatkannya.

  • Berkumpul dengan orang-orang yang mengikuti perkembangan

Kita harus bergaul dengan orang-orang yang bisa memanfaatkan teknologi untuk kesejahteraan hidupnya, bukan malah sebaliknya.

Sebagai contoh, saat ini perkembangan digital marketing sangat pesat. Tentu kita harus berkumpul dengan mereka yang memanfaatkan digital marketing dengan sebaik mungkin.

Rekomendasi:

Terkait digital marketing, saya sarankan anda untuk belajar di SB1M.

SB1M ini adalah tempat belajar bisnis online sekaligus komunitas. Jadi kita tidak akan ketinggalan karena terus berkumpul dengan digital marketer lainnya.

Untuk info lebih lanjut tentang SB1M, silahkan klik tombol di bawah ini yaa

Suasana belajar internet marketing di SB1M