5 Kesalahan dalam memulai bisnis ecommerce

5 Kesalahan dalam memulai bisnis ecommerce

5 Kesalahan dalam memulai bisnis ecommerce

5 Kesalahan dalam memulai bisnis ecommerce

Yaa, Semua orang memang pernah melakukan kesalahan

Tapi tidak semua kesalahan harus dilakukan kan

Dan dalam konteks bisnis, setiap kesalahan akan diikuti dengan kerugian baik berupa uang ataupun waktu. Dan terkadang, satu kesalahan dapat menimbulkan kerugian dalam skala besar.

Sudah berapa lama bisnis ecommerce anda berlangsung? Satu bulan? Dua bulan? Atau malah sudah setahun lebih.

Dan sudah berapa kesalahan yang anda lakukan atau baru anda sadari?

Dan silahkan hitung berapa kerugian yang timbul akibat kesalahan tersebut. Semoga tidak dalam jumlah yang banyak. Dan supaya tidak bertambah banyak, sebaiknya anda hindari 5 kesalahan dalam memulai bisnis ecommerce berikut.

1.Tidak membuat strategi untuk mendatangkan trafik

Tahukah anda berapa jumlah website yang ada di dunia online?

Berdasarkan dari internet live stat ada lebih dari 1,202,012,086 website saat ini. Dan jika 1%nya adalah kompetitor anda, maka anda berada di dalam persaingan yang sangat ketat.

Artinya saat anda selesai membuat toko online, sudah ada banyak sekali toko online yang mempunyai target pasar sama dengan toko online anda.

Dan dalam kondisi seperti itu, perlu keajaiban untuk toko online anda dikunjungi oleh orang, kecuali anda sudah punya strategi untuk mendatangkan trafik ke toko online anda.

Jangan hanya menunggu pembeli datang, tapi jemput pembeli tersebut.

Anda bisa gunakan facebook ads, google ads, SEO dll untuk mendatangkan trafik ke toko online anda.

2.Tidak melakukan branding

Desain toko online dapat ditiru, dan seunik apapun produk kita pasti akan ada yang mengamati, meniru dan memodifikasinya.

Berat untuk bisa tampil beda di era informasi ini. Kecuali anda mempunyai brand yang melekat di hati masyarakat.

Dan brand tercipta karena kita membangunnya secara konsisten.

Mari sedikit mundur ke belakang, Apa itu brand?

Jika anda searching di google, maka akan banyak sekali pengertian dari “Brand”. Namun pada intinya brand adalah apa yang dipikirkan orang terhadap produk atau bisnis anda.

Coba renungkan, toko online anda ingin dipandang seperti apa di kaca mata buyer?

Jika sudah ketemu jawabannya, kita tinggal tuangkan dalam berbagai elemen seperti logo, desain theme, customer service, iklan, dll.

3.Tidak fokus

Tidak masalah jika anda punya banyak bisnis, asalkan anda bisa fokus.

Tidak masalah jika anda menjual berbagai macam produk, asalkan anda bisa fokus untuk memanage semuanya.

Yang jadi masalah adalah saat kita sedang mengerjakan sesuatu, kita mudah terganggu dengan pengaruh dari luar dan akhirnya gagal fokus.

Maksud saya seperti ini,

Katakanlah anda sedang fokus menggunakan facebook ads untuk mendatangkan trafik. Dan seperti pemain facebook ads yang lain, anda mengalami berbagai kendala.

Iklan anda boncos (biaya iklan lebih besar dari omzet), kena AME dll.

Dan disaat yang sama teman anda sukses dengan SEOnya. Akhirnya anda beralih teknik dan meninggalkan facebook ads. Padahal bisa jadi sedikit lagi anda menemukan wining campaign yang dapat mendongkrak penjualan anda berkali-kali lipat.

Dan saat anda mendalami SEO, anda tidak sabar. Karena SEO memang tidak mendatangkan hasil secara instan. Akhirnya anda pindah strategi lagi dst.

Nah, paham ya dengan apa yang saya maksud dengan tidak fokus.

4.Tidak memikirkan repeat order

Mendatangkan customer baru jauh lebih sulit dibanding membuat customer lama membeli lagi.

Saya cukup yakin anda setuju dengan pernyataan di atas. Namun, ternyata masih banyak penjual yang menunggu customer membeli kembali bukan membuat customer segera membeli kembali.

Ada perbedaan di sini,menunggu customer membeli kembali artinya kita hanya diam dan menunggu si customer butuh lagi. Sedangkan membuat customer segera membeli kembali artinya kita melakukan sesuatu supaya customer segera merasa butuh dan melakukan pembelian.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan agar customer segera melakukan repeat order, antara lain

  • Diskon eksklusif untuk pelanggan
  • Diskon di hari-hari besar seperti hari kemerdekaan, idul adha dll

Jika anda pelanggan di Tokopedia pasti sudah tidak asing dengan strategi-strategi diskon tersebut. Kita terus dipancing agar segera belanja lagi di tokopedia.

Pertanyaannya, bagaimana cara menginfokan penawaran-penawaran tersebut. Paling efektif adalah menggunakan email, untuk bagaimana menjalankan email marketing secara detail silahkan baca panduan email marketing dari nol.

5.Tidak melakukan up selling

Apa alasan kebanyakan orang membeli smartphone baru? Padahal yang lama masih ada.

Pertama karena butuh, kedua karena ingin merasakan fitur-fitur terbaru.

Begitulah perilaku kebanyakan konsumen, selalu mencari produk yang dapat memberi manfaat lebih. Jadi sangat mubazir jika kita tidak menawarkan produk yang lebih premium pada orang yang sudah membeli produk kita.

Dan dengan menawarkan produk yang lebih premium dari produk biasanya kita bisa tahu mana orang-orang yang punya daya beli relatif lebih tinggi dari customer kita lainnya.

Dan tentu orang-orang seperti itu harus diberikan perhatian yang khusus agar tidak pindah ke kompetitor.

Nah demikianlah 5 Kesalahan dalam memulai bisnis ecommerce. Jika ada tambahan, silahkan tambahkan di kolom komentar agar saya bisa lebih melengkapi artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *