Cara mengatur keuangan generasi milineal

5 Cara mengatur keuangan generasi milineal agar banyak tabungan masa depan

Kemampuan untuk mengatur keuangan sangat diperlukan oleh generasi milineal. Apalagi sekarang ini sangat mudah untuk menghabiskan uang.

Banyaknya jenis produk yang menarik untuk dibeli bisa menguras kantong kaum milineal. Katakanlah kebutuhan akan smartphone, fashion, elektronik yang membutuhkan biaya tidak sedikit.

Maka dari itu perencanaan keuangan untuk milenial akan sangat menentukan kualitas hidupnya dikemudian hari.

Nah, dalam artikel ini ada beberapa Cara mengatur keuangan generasi milineal supaya kesehatan finansialnya tetap prima.

1.Utamakan beli yang perlu dulu

Memamg akan sangat sulit jika menggunakan uang hanya untuk kebutuhan primer saja. Karena tentu kita butuh refreshing, memenuhi hobi, bergaul dll.

Namun tetap harus dikontrol agar uang kita tidak dihabiskan di hal-hal yang sifatnya tidak terlalu mendesak.

Sebaiknya kita kelompokan pengeluaran kita agar jelas penggunaannya. Sebagai contoh mari kita kelompokan menjadi tiga kelompok, yaitu

  • Kebutuhan pokok

Kebutuhan seperti bayar rumah, internet, listrik dan semacamnya yang sifatnya harus segera dipenuhi tentu harus diutamakan.

  • Kebutuhan masa depan

Kebutuhan masa depan contohnya biaya nikah, beli rumah, pendidikan, investasi dll. Tentu hal ini juga harus dipikirkan supaya hidup lebih nyaman kedepannya.

  • Gaya hidup

Ini untuk kebutuhan pergaulan seperti jalan-jalan, nongkrong, hobi dan semacamnya.

Nah, setelah kita kelompokan maka kita bisa rinci kebutuhan per bulannya. Tentu kebutuhan pokok harus diutamakan, baru kebutuhan masa depan dan terakhir adalah gaya hidup.

2.Jangan ragu untuk berkata tidak

Keadaan finansial generasi milineal bisa tidak sehat saat berat untuk berkata tidak pada hal-hal yang bisa mengganggu kestabilan finansialnya.

Sebagai contoh, bulan ini jatah untuk jajan di cafe atau jalan jalan sudah habis.

Tentu kita harus tegas untuk mengatakan “tidak” saat ada teman yang mengajak jalan-jalan atau semacamnya.

Memang kadang terasa tidak nyaman, namun akan lebih tidak nyaman saat finansial kita memburuk.

3.Bukan menabung tapi investasi

Dulu kita diajarkan untuk rajin menabung,

Memang tidak salah, namun ada yang lebih baik dari sekedar menabung yaitu investasi. Karena jika menabung, nilai tabungan kita akan semakin kecil dibandingkan harga produk yang terus naik.

Sebagai contoh dulu 5000 sudah dapat semangkuk bakso, tapi sekarang rata-rata sudah diatas 10 ribu. Artinya nilai uang 5000 yang kita simpan menurun.

Berbeda dengan investasi seperti untuk beli emas, tanam saham, dll.

Intinya sebaiknya kita investasikan sebagian dari uang kita supaya menghasilkan.

4.Melek finansial

Cara mengatur keuangan generasi milineal yang selanjutnya adalah dengan melek finansial.

Maksudnya kita harus mengerti bagaimana cara mengelola finansial dengan baik. Bisa belajar lewat seminar, buku, pelatihan dll.

Intinya rajin-rajin menuntut ilmu terkait finansial supaya tidak buta urusan finansial.

5.Gunakan smartphonemu untuk mendatangkan income tambahan

Yang terakhir saya sarankan untuk menggunakan smartphone dan internet untuk menghasilkan income tambahan.

Dengan begitu kita semakin fleksibel dalam mengelola keuangan.

Kita bisa menjalankan berbagai bisnis online seperti affiliate marketing, dropship, Adsense, online shop dll.

Tentu sebelumnya anda harus paham dulu cara menjalankan bisnis online. Supaya tidak malah merugi dan mengganggu kesehatan finansial anda.

Demikianlah 5 Cara mengatur keuangan generasi milineal agar banyak tabungan di masa depan.

Rekomendasi :

Saya sarankan anda untuk memulai bisnis online sekarang juga.

Supaya bisa punya penghasilan tambahan yang bisa jadi lebih besar dari penghasilan utama anda.

Karena bisnis online ini sangat gurih, kita bisa memasarkan produk keseluruh dunia tanpa meninggalkan rumah.

Biar tidak salah arah, saya sarankan anda belajar bisnis online di SB1M.

SB1M adalah tempat belajar bisnis online yang sangat favorit di Indonesia.

Klik tombol berikut untuk info lebih lanjut tentang SB1M

Suasana belajar internet marketing di SB1M